Blogger Layouts

Senin, 19 September 2011

JAM DINDING SURGA

Ada serombongan manusia yang sedang menunggu masuk di pintu sorga.
Mereka dipanggil masuk satu persatu oleh pejabat malaikat yang bertugas di sana.

Di dinding belakang tergantung puluhan jam dinding sebagaimana layaknya yang terlihat di bandara udara saja. Tetapi ada perbedaannya dengan jam yang ada di dunia ini. Kalau jam di dunia menunjukkan posisi waktu yang berbeda-beda untuk berbagai kota tujuan, jam dinding di sorga juga berbeda kecepatan putarannya.
Salah seorang yang agak bingung bertanya kepada malaikat di sana mengapa hal itu terjadi.
"Oh itu, jam yang tergantung di sana menunjukkan tingkat kejujuran pejabat pemerintah yang ada di dunia sewaktu Anda hidup."
Sang malaikat menjelaskan, "Semakin jujur pemerintahan negara Anda, jam negara Anda disini semakin lambat. Sebaliknya semakin korup pejabat pemerintah negara Anda, semakin cepat pula jalannya."

"Coba lihat," kata seorang yang sedang antri kepada yang lainnya, "jam Philipina berputar kencang. Berarti memang benar Marcos banyak korupsi tuh."
"Itu lagi, itu lagi," seru yang lainnya, "Jam Kongo, negaranya Mobutu Seseseko berputar tidak kalah cepat dari jam Philipina."
Mereka semua terlihat menikmati pengetahuan baru itu. Tapi mereka mencari-cari, dimana gerangan jam Indonesia. Salah seorang dari mereka memberanikan diri menanyakan kepada malaikat tadi.
"Oh, jam Indonesia ..... Kami taruh dibelakang dapur. Sangat cocok dijadikan kipas angin." jawab sang malaikat

Anjing dan Kucing (Part 1)

Rintik hujan semakin deras, aku hanya berdiri menunggu di bawah pohon yang rindang. Arlojiku sudah menunjukkan angka 5 sore, pertanda sejam sudah aku menunggu Ita...., kemanakah gerangan anak ini..?. Kejadian yang sering berulang memang, dia sering telat karena kesibukan yang memang kadang susah ditinggalkan. Begitulah susahnya punya pacar model, kalau pemotretan belum selesai belum bisa meninggalkan site.
Ita, gadis yang tinggi semampai ini sudah beberapa bulan menjadi kekasihku. Waktu itu secara tidak sengaja bertemu dia di lokasi pemotretan, aku mengantarkan catering untuk mereka. Ita yang waktu itu sudah kelihatan lapar banget datang cepat2 merebut rantang makanan yang aku pegang, aku yang baru masuk ruangan itu cuman bisa bengong. Rantang segera dia buka, dan dia makan dengan lahapnya....
"Eh Mas, jadi lupa nawarin..., makan yuk...!!!"
"Terima kasih, aku udah habis makan tadi, lagian kan kamu kelihatan kelaparan, nggak baik ngurangin jatah makan kamu."
"Nggak apa2 koq, paling aku juga nggak habis, keep on the line bo', nggak boleh makan banyak2" sambil memperlihatkan pinggangnya yang ramping dia ngrelain berdiri muter2 di depanku. Aku cuman bisa mupenk ngliatnya.
"Ayo...ikut makan.."
Gadis ini baik sekali pikirku, belum saja kenal sudah mau ngajak makan sama2, serantang bersama lagi. Aku muter otak, ah aku tadi lupa mandi, eh bukannya lupa aku memang males mandi, udah gitu gak pake parfum lagi. Pasti baunya minta ampun, cuaca panas kaya gini. Ah peduli amat, akhirnya kuberanikan diriku duduk bersila didepannya ngadepin itu rantang berdua.
"Mas, bau euy..., blon mandi yach..?'' nah kan baru aja aku duduk, dia udah protes.
"Eh nggak apa2 koq Mas, biasa lagi klo lagi panas kaya hari ini.." dia meralat ucapannya yang barusan kaya petir menyambar ubun2ku, sambil tersenyum manis.., manissss sekali....
Di sampingku si fotografer kelihatan agak kurang ramah denganku, dari tadi dia cuma diam seribu bahasa. Mungkin sakit gigi, atau memang dia biasa jualan senyum seribu perakan aku juga nggak tahu. Akhirnya aku ikut makan juga, sambil sesekali ngelirik si model yang suka cuap2 itu. Ah ngimpi apa aku tadi malam, bisa ketemu bidadari seramah ini. Ah iya, aku ngimpi kejar2 an sama maling..., loh koq jadinya ketemu sama gadis, joko sembung bawa golok amat ya', sama sekali gak ada nyambungnya. Kalau Om-ku aku ceritain, dia pasti langsung buka primbon kebanggaannya itu. Kalau ngimpinya ini, artinya inilah, nomornya inilah, pantangannya itulah, ah sampe ngantuk aku kalau ngomong sama dia. Sangking percayanya dia ama itu primbon, membawa istrinya ke rumah sakit aja perlu2 nya milih hari yang baik.
Begitulah awal yang indah sekaligus memalukan itu, karena perusahaan mereka langganan dengan catering ibuku, jadilah aku kurir yang tiap hari harus nganterin makanan2 itu. Dan aku sering ketemu dia, yang belakangan aku ketahui bernama Ratna Sita Amalia. Kita sering bercanda, kadang sampe kelewatan, sampe kadang aku sedikit jengkel, habisnya mentang2 dia cantik rupawan dan harum menawan, selalu ngejekin aku yang belum mandi lah, parfumnya bau sapi lah, kulitnya kaya kuda nil lah, yang kalau aku inget2 semua bisa sakit hati aku.
Dia ini hp-nya gak pernah berhenti berdering, kecuali klo lagi pemotretan, yang malam ini diajak nonton film, ditraktir di restoran yang mahalnya amit2, diajakin nonton konser, pokoknya gak ada berhentinya. Aku yang dicritain, cuman tambah melongo aja, nggak tau musti bilang apa. Sampai suatu sore, ketika aku nganterin rantang lagi, mukanya sembab, kaya mau nangis..., aku jadi salting, cuap2nya hilang sama sekali...
Aku serahin rantang itu ama fotografer itu, trus sama Ita, dia mandang aku sebentar, dan lihat jam tangan Swatch merah mudanya ..
"Mas, boleh sore ini minta tolong dianterin ke rumah..?"
Aku gelagapan, nggak siap dengan pertanyaan semacam itu..
"Kamu tahu kan klo aku naik vespa butut..?"
"Memang kenapa...?, aku cuman minta dianterin ke rumah, mau pake dokar kek, mau jalan kaki kek, mau dinaikin bajaj kek, mau nganterin aku nggak...?"
"Maunya sih mau, tapi aku minta bayar..."
"Berapa...?, asal jangan mahal2 yach.."
"Bayarannya kamu senyum sama aku satu menit...."
"Ah curang..., curang...!!!", cubitannya mendarat di pinggangku, waduh sakit sekali.
"Deal..?"
"Oke dech, tapi bayarnya besok ya jangan sekarang, aku lagi bete nih."
Setelah sesi pemotretan selesai, aku pun mengantarkan dia pulang dengan vespa bututku, baru aja mau naik motor Ita menangis terisak2, nah aku salting lagi...
"Ada apa Ita..? tanyaku hati-hati
"Aku benci..benci...aku benci hidup.."
sumpah, aku tambah bingung dengan ucapannya itu. Menghambur dia didadaku, genggamannya memukul2 dadaku, wah Ita ini apa nggak tahu apa kalau aku bukan olahragawan yang punya dada bidang, lagian aku kan nggak salah sama dia, kenapa aku yang dipukulin. Cacingan deh gue eh kasihan deh gue. Ah tapi aku diam saja, aku biarkan dia nangis dulu, biar amarahnya sedikit reda. Setelah menangis beberapa lama, aku peluk dia dan kududukkan di sadel vespaku yang udah mulai robek di sana sini.
"Kamu ada masalah apa Ita?"
"Aku benci..., cowok2 itu pada ngejar2 aku karena penampilan lahiriahku saja, mereka sama sekali tidak ada yang ngerti aku, diajak yang hura2 saja, ketika aku ada masalah tidak ada yang mau ngedengerin."
Ah, ternyata tentang cowok to..., aku tahu memang ini gadis yang suka banyak, ya terang lah udah cantik, model, baik lagi, trus gampang bergaul, dan nggak sombong. Kebanyakan mereka org2 tajir lah, tentengannya hp terbaru, tongkrongannya mobil2 mengkilap, tapi yah itu memang nasibnya Ita kali yach.
"Mereka bilang cinta denganku, tapi aku tahu mereka tidak ada yang serius, jika saja aku tidak cantik mereka pasti tidak ada yang mau mendekatiku. Ego cowok terlalu tinggi, maunya menang sendiri, kalau butuh saja merengek2 datang, kalau sudah tidak butuh, telfon aja nggak pernah."
Ita sudah menyerang kaumku ini, walah walah tapi biarlah yang penting aku tidak merasa demikian. Aku dengerin saja....
"Maunya aku nurut sama dia, emang jaman Siti Nurbaya apa, wanita harus monggo kerso sama laki2, kita hanya jadi suboordinatnya, terus dunianya hedonis banget, pandangannya profan, kita kan sudah merdeka dari pemikiran konservatif"
Aku sedikit tersentak, gadis ini ternyata pinter juga, nggak tahu seberapa jauh, tapi kayaknya akrab dengan dunia feminisme. Aku beranikan ambil tissue di tangannya, dan aku hapus sedikit demi sedikit air matanya.
"Sudah marahnya..?" aku berhadapan muka sambil tersenyum sekenaku, aku tahu nggak manis tapi ya sudahlah yang penting kan senyum.
Eh dianya mulai tersenyum...., singa betina yang tadi lapar siap merobek2 mangsa sudah mulai menyurutkan taringnya.
"Tidak selamanya dunia ini seperti yang kita kehendaki, karena idealisme harus selalu berhadapan realita, duniamupun begitu nona manis, cobalah belajar dari apa yang dibentangkan Tuhan buat kita, jangan menyerah ketika kita tenggelam, ambillah sedikit hikmah dari pengalaman itu."
Ita tersenyum lagi, dan...mmhhh...dia mencium aku.
                        Bumi gonjang-ganjing, langit kelap2 katon
                Pourquoi Avenez avec moi.......ma chere

Anjing dan Kucing (Part 2)

Matahari perlahan berjalan anggun meninggalkan tempat tidurnya, burung2 berteriak2 kegirangan bak pororoco*, ehmmm.., senyum Ita sudah menghiasi pagiku. Aku masih mengusap2 mataku, menghilangkan sisa2 tidur yang masih terpampang di mata. Dia berjingkat2 menggandeng tanganku, mengantarkanku ke kamar mandi, sehelai handuk putih yang sudah disiapkannya dari tadi disampirkan di pundakku.
"Sana mandi....., biar bau pete campur jengkolnya hilang"  Ita mendorongku masuk ke kamar mandi sambil tertawa renyah, dan segera menutup pintunya.
Ah Ita selalu datang pagi2 sekali ke rumahku kalau hari Minggu, sejak kejadian sore itu, dia semakin manja denganku, dia bilang bahwa dia lebih nyaman bersamaku, bisa mengolok2 aku, bisa bercanda bebas seperti monyet2 kecil, mencubit2 sekujur tubuhku sampe biru, tanpa takut sama sekali bahwa aku akan marah, karena aku memang tidak bisa marah. Dia bilang juga kalau dia banyak mau belajar dari aku, belajar menghargai hidup, belajar mencintai kesederhanaan, belajar mandiri dan tidak menggantungkan diri pada orang lain. Lagi2 aku cuman bengong saat dia bilang seperti itu, bukankah itu sangat berlebihan untuk diucapkan kepadaku, seakan2 aku telah menjadi seorang Winnetou**, pemuda berkulit merah sang pembela kebenaran.
Ibuku selalu bilang untuk berhati2 dengan wanita yang sedang jatuh cinta, karena cinta seorang wanita itu bagaikan cinta seekor anjing terhadap tuannya. Suka dan lara akan rela dijalaninya ketika wanita merasa sudah menemukan seorang pria yang patut dicintainya. Dia akan mengikutimu kemanapun engkau pergi, walaupun mungkin itu bisa membahayakan dirinya sendiri.
Teman2 satu fakultas gempar, berita bahwa aku pacaran dengan Ita sudah merebak ke mana2. Banyak di antara mereka yang mencibir, mereka bilang hubungan kami tidak akan berjalan lama. Mereka seakan telah pernah membaca Serat Jayabaya masa depan hubungan kami. Ada pula beberapa yang memberi ucapan selamat, mereka bilang hubungan kami adalah hubungan petir, hubungan yang menyatukan antara bumi dan langit,  hubungan antara Shrek dan Putri Fiona, dan itu patut dirayakan, karena hubungan seperti ini sangat jarang ditemukan di jagad raya.
Hubungan kami ternyata berjalan  lancar2 saja, sampai suatu saat aku bertemu dengan tetangga baruku, dia pindah dari kota L karena bapaknya lebih merasa cocok untuk menjalankan bisnis di kotaku, dan mereka membeli rumah persis di depan rumahku. Suatu sore mereka mengenalkan diri pada keluarga kami, lengkap dengan seluruh anggota keluarga, aku pikir2 keluarga ini contoh keluarga berencana yang sukses, salah satu dari sedikit program yang cukup bagus yang diluncurkan oleh rejim fasis Suharto. Bagaimana tidak, mereka adalah keluarga yang terdiri dari 4 anggota keluarga, ayah, ibu, dan 2 anak. Seorang anak perempuan dan seorang anak laki2. Perkenalan mereka cukup singkat, sampai aku sendiri tidak jelas mengingat nama2 mereka, tapi ada semacam kekuatan yang menyihirku sehingga malam itu aku tidak bisa tidur, dalam perkenalan itu aku sempat bertatap pandang dengan gadis tetangga baruku itu, dia yang hanya diam saja sambil hanya sesekali tersenyum kalau ada pembicaraan antara bapak ibuku dan bapak ibunya dia yang lucu. Dia tidak berbicara sepatah katapun. Aku tidak tahu, hatiku mengatakan bahwa gadis ini mempunyai kekuatan yang tidak dipunyai oleh gadis2 lain. Kekuatan magis-nya telah menyihirku semalam penuh tanpa aku bisa melawannya, sedikitpun tidak.
 Hari berikutnya, saat aku sedang asyik2nya membaca kisah2 petualangan anak2 nya Leo Tolstoy*** di depan rumah, gadis yang kemarin itu berjalan seperti macan luwe (singa lapar=jawa) menuju ke arah rumah kami, rambut hitam sepunggungnya tampak mengkilat2 dibelai sang mentari, dia membawa nampan kecil...........
"Assalamu alaykum......, Kakak...ibu ada di rumah....?"
aku geragapan, walau aku sudah melihatnya dari jauh dari tadi, tapi toch aku grogi melihatnya...
"Eh...ehmm...anu....ibu lagi di belakang, mau dipanggilkan...?"
"Kalau kakak tidak berkeberatan"
Aku bergegas pergi kebelakang, mendapatkan ibuku sedang membikin sambal pecel untuk makan nanti malam. Karena langkahku terburu2 kaya dikejar hansip, kakiku menabrak kaki meja dan aku hampir saja jatuh terjungkal di dapur. Ibuku menoleh sambil geleng2...
"Bu, ada anaknya tetangga depan rumah itu datang, itu lho anaknya yang perempuan"
Ibu segera bangkit dari kesibukannya dan langsung menuju ke depan rumah...
"Eeehhh....Nak....!!!" kata2 ibu tersendat, sepertinya ibu lupa nama gadis itu.
"Aisya Bu, nama saya Aisya..."
"Oh ya Aisya, saya lupa lagi namanya, silahkan masuk Nak Aisya...., Arya ini gimana...ada tamu koq nggak dipersilahkan masuk."
"Emmhh..anu Bu...!!"aku jadi bingung ibu bilang begitu, tapi belum selesai kalimatku sudah dipotong oleh ibu lagi.
"Ada perlu apa Nak Aisya, ada yang perlu kami bantu..?
"Tidak koq Bu, saya hanya mengantarkan kue jajan buatan Mama untuk Ibu dan keluarga"
"Wah terima kasih sekali, sungguh bahagia kami mendapatkan tetangga baru yang begitu baik, repot2 sekali Mamamu membuat kue buat kami, Arya temenin Nak Aisya ngobrol yach, Ibu mau ke belakang sebentar nyelesaiin sambelnya Ibu sama masukin kuenya ke kulkas buat buka puasa kamu nanti sore"
Ah Ibu...., kenapa kami ditinggalkan berdua...
ruang tamu jadi sangat hening, sampai kudengar detik2 jarum jam mewarnai keheningan, kulihat sekilas Aisya juga cuma menundukkan muka, aku juga diam seribu bahasa. Aku tiba2 saja blank tidak tahu harus bilang apa.
5 menit berlalu tanpa sepatah katapun, aku mulai tidak enak pada diriku sendiri, bukankah ibu tadi bilang kalau aku disuruh nemenin ngobrol dia. Ah.., aku lupa...aku bisa nawarin minum..
"Ehmmm, A..."belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, ibu sudah datang dari belakang.
"Lho, koq diem2 an aja berdua, Nak Aisya mau minum apa..?
Nah kan.., ibu mendahuluiku lagi...
"Makasih Ibu, saya mau permisi dulu, maaf musti nemenin Mama nyiapin buat ulang tahun adik saya Bayu besok."
Akhirnya Aisya pamitan dan meninggalkan rumah kami, aku menyesal sejadi2nya karena melewatkan kesempatan ngobrol sama dia tadi.
Tibalah saat berbuka, aku mengambil air teh yang sudah dibuatkan oleh ibu dan segera kuminum tandas karena sangking hausnya, dan ibu segera memberikan kue yang dibawa Aisya barusan. Ibu segera menyuruhku makan, tetapi aku tidak punya nafsu makan, aku teringat2 kejadian di ruang tamu tadi saja. Sehabis sholat maghrib, Ibu memanggil aku ke kamarnya....
"Arya, kamu baik2 saja...?"
Aku cium tangan ibuku dan aku menganggukkan kepala...pertanyaan ibuku yg sederhana ini menandakan bahwa dia sudah tahu gejolak dalam hatiku.
"Arya, ingatlah...cinta laki2 itu seperti kucing, yang akan hinggap kemanapun dan ke siapapun yang memanjakannya. Kucing akan makan pemberian tuannya dengan lahap dan kadang2 mencuri yang bukan haknya.
Tetapi kucing yang bijaksana akan tahu mana makanan yang seharusnya dia makan dan mana yang harus dia hindari. Pria yang bijaksana pun akan tahu membedakan antara wanita dan perempuan biasa."
Aku hanya bisa mengangguk atas nasihat ibuku. Ibu seakan tahu kemana darahku akan mengalir, seberapa cepat detak jantungku berdenyut. Aku cium tangan ibuku sekali lagi sebagai rasa terima kasih atas kata2 bijaknya yang baru kudapat.
Hari2 berlalu dengan cepatnya, hari2 ku diisi dengan canda tawa Ita yang tak ada henti2nya. Tapi hatiku tak bisa lepas dari sosok Aisya yang semakin lama semakin kusadari bahwa Aisya lah yang dimaksudkan Ibu sebagai wanita. Aku tahu itu dari perbincangan2 ibunya Aisya dan ibuku. Aisya adalah gadis yang sangat cerdas, berbudi halus bak Putri Solo baru turun dari taksi eh salah ..dari kereta kencana, berprestasi di sekolahnya, kepandaiannya dalam seni tak usah diragukan lagi.
Dan semakin lama juga semakin kusadari, bahwa Ita adalah perempuan biasa, dia mungkin luar biasa di mata orang2, tapi sejatinya dia adalah perempuan biasa. Akhir2 ini dia sering menuntutku untuk berpakaian lebih perlente, menuntutku untuk kongkow2 di mall, menuntutku untuk mengecat vespa bututku biar kelihatan lebih bagus, mengganti joknya, dan sebagainya dan sebagainya.
Aku kembali teringat pesan ibuku beberapa bulan lalu, ibu bilang bahwa kebanyakan kaum perempuan terutama yang muda akan lebih cenderung mencintai laki2 dan bukan pria. Karena laki2 membuatnya tertawa2, sedangkan pria membuatnya tersenyum gembira, karena laki2 menyajikan hiburan semata, sedangkan pria memberikan nasihat2 bermakna. Karena laki2 mempunyai lengan perkasa dan kuda2 bermesin, sedangkan pria hanya menawarkan kesederhanaan dan kasih sayang. Karena laki2 memanjakannya dengan perhiasan dan kemewahan, sedangkan pria memujanya dengan kata2 dan pujian.
Ah...seandainya Aisya tahu bahwa aku sangat mencintainya.
Je t'aime.....alizee
* pororoco = suara keras yang ditimbulkan oleh bertemunya aliran air tawar sungai Amazon dengan air laut Samudra Atlantik.
** Winnetou = seorang pemuda Indian yang menjadi tokoh utama dalam beberapa karya Karl May, seorang penulis Jerman.
***  Leo Tolstoy = salah satu pengarang terbesar Rusia

PULANG ...

Kucium lagi bau tanah kampungku....., perpaduan indah antara bau tanah dan daun2 kering, tanah2 mulai retak menunggu uluran hujan, yah mungkin sudah berbulan2 mendung2 itu hanya berarak2 kesana kemari tanpa mau membagikan rintik2 keindahan dan harapan ke bawah, daun2 mulai mengering,  sekering hatiku dulu waktu meninggalkan kampung yang telah membentuk jiwa dan ragaku ini.
Kulihat kanan kiri, tersenyum aku....., wajah2 keriput para tetanggaku ternyata tak kehilangan berjuta keramahan, kerasnya kehidupan yang mereka jalani tak membuat hati mereka ikut mengeras. Kontras sekali dengan kehidupan kota yang baru saja aku tinggalkan beberapa saat, hampir setiap wajah seakan mau menerkamku, mengambil sesuatu yang berharga yang aku punyai. Langkahku semakin kupercepat, kerikil2 kecil sudah menggoda kakiku untuk segera menyambut dan menjemput bulatan dan lancip mereka. Hatiku sudah meluap, mendesis dan meronta, ingin memeluk seseorang yang telah memberi aliran ilham dan cinta kepada seorang aku.
"Assalamu alaykum....." suaraku parau karena agak kehausan.
Seorang perempuan beramput panjang muncul, kulitnya yang sudah kelihatan keriput tampak cerah, aku melihat sejenak matanya mulai berkaca2.....aku berlari ke arahnya....
Tanpa sadar telah terengkuh aku dalam pelukannya, pelukan yang telah menenangkanku selama bertahun2, pelukan yang lebih indah dan lebih nyaman dari pelukan kekasih2ku. Pelukan yang hanya dipunyai oleh sosok perempuan di depanku ini. Wajahku diciuminya hingga tak tak ada sedikitpun bagian yang terlewatkan.
Aku mencoba mengucapkan kata2, tapi tak bisa, ku raih tangan kecilnya, jemarinya yang panjang seperti jari jemariku kucium, lalu aku bersimpuh.................
"Ibu................" suaraku lirih sekali, selirih sewaktu aku masih dalam kandungannya. Aku peluk pinggangnya dan tak terasa butiran air bening mulai keluar dari mataku. Aku seolah kembali dari pengembaraan sangat panjang, badanku lelah sungguh, tulang2 ku sudah mulai kehilangan kerasnya, jiwaku kering dihisap hantu2 kota, aku lelah ibu........
Rambutku diusap2nya, seperti kebiasaannya dulu. Tidak tahu mengapa..., seolah tak mampu lagi aku berdiri, oh siapakah lagi yang akan mengusapku dengan kedamaian surga jika tidak sosok perempuan di depanku ini. Kudongakkan kepalaku, airmata masih membasahi pipinya, kusapukan tanganku di pipinya, kuberdiri dan kumembimbingnya masuk ke dalam. Istana yang terlalu sederhana untuk seorang perempuan mulia ini, suatu saat akan kubangunkan yang lebih sesuai untuk kemuliaanmu bunda....
Kulepas sepatuku, jari2 kaki dan telapakku berteriak2 kegirangan, menemukan kembali kekasihnya yang telah lama ditinggal pergi, dan teriakan2nya semakin keras mengajak aku keluar dan menemui kekasih2nya yang lain. Segera setelah meminta ijin ibu, melesat aku menuju petak2 sawah yang masih berbau daun padi kering yang habis dibakar. Kutarik nafasku dalam2.......kukeluarkan pelan2......kutarik lagi....kuhembuskan lagi.......beberapa saat lamanya aku mengalami 'trance' ......, lepas dari segala beban, aku hilang di tengah teriakan, aku tiada ditengah2 manusia.........
Semilir sang bayu membelai rambut panjangku, membisikkan sedikit asa alam yang masih tersisa, kunaikkan kedua tanganku ke atas mengikuti nafasku, hatiku terpejam dan mataku menembus segala batas....
waktu berhenti, suara2 mulai mati, tubuhku tak bernyawa lagi, jiwaku pergi sejenak menyusuri desiran sunyi, semua bergerak tapi tak menimbulkan bunyi, lepas dan terbang.......sewarna alam, sebiru langit, sedamai jiwa, sesejuk senyum bunda......

Cinta Dalam Bahasa Dunia

Cinta, ya cinta, kata satu ini nggak habisnya kalau digali, inilah semangat yang tak pernah padam. So kalau kamu2 jatuh cinta, berbahagialah. Mengucapkan kata cinta kepada orang yang berhasil nyantol di hati kita bukan perkara gampang, bosan dengan yang udah biasa, nah coba yang di bawah ini, perkara berhasil atau tidak, yang penting kita sudah berhasil mencintai.
Good Luck...!!!!!!!!!!!

 
Afrikaans               : Ek Is Lief Vir Jou

                        : Ek Het Jou Liefe

Albanian                : te dua

                        : te dashuroj

Alentejano(Portugal)    : Gosto de ti, porra!

Alsacien                : Ich hoan dich gear

Amharic                 : Afekrishalehou

Arabic (formal)         : Ooheboki  (male to female)

                        : Ooheboka  (female to male)

                        : Ohiboke   (male to female)

                        : Ohiboki   (male to female)

Arabic                  : Ana Behibak   (to a male)

                        : Ana Behibek   (to a female)

                        : Ahebich  (male to female)

                        : Ahebik   (female to male)

                        : Ana ahebik

                        : Ib'n hebbak

                        : Ana ba-heb-bak

                        : Nhebuk

                        : Ohibokoma  (male or female to two males

                                      or two females)

                        : Nohiboke  (more than one males or females

                                     to female)

                        : Nohiboka   (male to male or female to male)

                        : Nohibokoma   (male to male or female to two

                                        males or two females)

                        : Nohibokom  (male to male or female to more

                                      than two males)

                        : Nohibokon  (male to male or female to more

                                      than two females)

Arabic (not standard)   : Bahibak   (female to male)

                        : Bahibik   (male to female)

                        : Benhibak (more than one male or female to male)

                        : Benhibik  (male to male or female to female)

                        : Benhibkom  (male to male or female to more

                                      than one male)

Armenian                : Es kez siroum em

                        : Es zes siroum em

                        : Es siroum em kez

                        : Es siroum em zes

Assamese                : Moi tomak bhal pau



Basque                  : Nere maitea

Batak                   : Holong rohangku di ho

Bavarian                : I mog di narrisch gern

Bengali                 : Aami tomaake bhaalo baashi

                        : Ami tomay bhalobashi

                        : Ami tomake bahlobashi

Berber                  : Lakh tirikh

Bicol                   : Namumutan ta ka

Bolivian Quechua        : Qanta munani

Brazilian/Portuguese    : Eu te amo (pronounced 'eiu chee amu')

                        : Amo te

Bulgarian               : Obicham te

                        : As te obeicham

                        : As te obicham

Burmese                 : Chit pa de



Cambodian               : Kh_nhaum soro_lahn nhee_ah

                        : Bon sro lanh oon

Canadian French         : Sh'teme  (spoken, sounds like this)

                        : Je t'aime   ("I like you")

                        : Je t'adore  ("I love you")

Catalan                 : T'estim   (Mallorcan)

                        : T'estime  (Valencian)

                        : T'estimo  (Catalonian)

                        : T'estim molt ("I love you a lot")

Cebuano                 : Gihigugma ko ikaw

Chamoru (or Chamorro)   : Hu guaiya hao

Chichewa                : Ndimakukonda

Chickasaw               : Chiholloli (first 'i' nasalized)

Chinese                 : Wo Ai Ni      (Manderin)

                        : Wuo Ai Nee      ( " )

                        : Moi Oiy Neya  (Cantonese)

                        : Ngo Oi Ney      ( " )

Croatian                : ljubim te

Czech                   : Miluji Te

                        : MILUJU TE! (colloquial form)



Danish                  : Jeg elsker dig

Dutch                   : Ik Hou Van Jou



Ecuador Quechua         : canda munani

English                 : I love you

                        : I adore you

Estonian                : Mina Armastan Sind

Esperanto               : Mi amas vin



Farsi                   : Tora Dust Midaram

                        : Asheghetam

Farsi (Persian)         : Doostat Daram

Filipino                : Mahal Ka Ta

                        : Iniibig Kita

Finnish                 : Minä Rakastan Sinua

Flemish                 : Ik Zie Oe Geerne

French                  : Je T'aime

Friesian                : Ik Hou Fan Dei (sp?)



Gaelic                  : Ta Gra Agam Ort

German                  : Ich liebe Dich

Greek                   : s'ayapo  (spoken s'agapo, 3rd letter is lower

                                      case 'gamma')

Greek  (old)            : (Ego) Philo Su    (ego, for emphasis)

Greenlandic             : Asavakit

Gujrati                 : Hoon Tane Pyar Karoochhoon.



Hausa                   : Ina Sonki

Hawaiian                : Aloha I'a Au Oe

Hebrew                  : Anee Oheivet Otkha  (female to male)

                        : Anee Oheiv Otakh    (male to female)

                        : Ani Ohev Otakh      (male to female)

                        : Ani Ohevet Otkha    (female to male)

Hindi                   : Mai tumase pyar karata hun  (male to female)

                        : Mai tumase pyar karati hun  (female to male)

                        : Main Tumse Prem Karta Hoon

                        : Mai Tumhe Pyar Karta Hoon

                        : Main Tumse Pyar Karta Hoon.

                        : Mai Tumse Peyar Karta Hnu.

Hokkien                 : Wa Ai Lu

Hopi                    : Nu' Umi Unangwa'ta

Hungarian               : Szeretlek Te'ged

                        : Szeretlek



Icelandic               : Eg elska thig

Indi                    : Mai Tujhe Pyaar Kartha Hoo

Indonesian              : Saya Cinta Padamu    (Saya, commonly used)

                        : Saya Cinta Kamu            ( " )

                        : Saya Kasih Saudari         ( " )

                        : Aku Tjinta Padamu    (Aku, not often used)

                        : Aku Cinta Padamu            ( " )

                        : Aku Cinta Kamu              ( " )

Italian                 : Ti Amo

                        : Ti voglio

Iranian                 : Mahn doostaht doh-rahm

Irish                   : taim i' ngra leat



Japanese                : Kimi o ai shiteru

                        : Aishiteru

                        : Chuu shiteyo

                        : Ora omee no koto ga suki da

                        : Ore wa omae ga suki da

                        : Suitonnen

                        : Sukiyanen

                        : Sukiyo

                        : Watashi Wa Anata Ga Suki Desu

                        : Watashi Wa Anata Wo Aishithe Imasu

Javanese                : Kulo tresno



Kiswahili               : Nakupenda

Klingon                 : Qabang

                        : QaparHa' (depends from where you are

                                    in the galaxy)

Korean                  : Tangsinul Sarang Ha Yo

                        : Nanun Dangsineul Mucheog Joahapnida

                        : Nanun Dangsineul Saranghapnida

                        : Nanun Gdaega Joa

                        : Nanun Gdaereul Saranghapnida

                        : Nanun Neoreul Saranghanda

                        : Gdaereul Hjanghan Naemaeum Alji

                        : Joahaeyo

                        : Saranghae

                        : Saranghaeyo

                        : Saranghapanida

Kurdish                 : Ez Te Hezdikhem



Latin                   : Te Amo

                        : Vos Amo

Latin  (old)            : (Ego) Amo Te   (ego, for emphasis)

Lao                     : Khoi Huk Chau

Latvian                 : Es milu tebi

Lebanese                : Bahibak

Lingala                 : Nalingi Yo

Lithuanian              : TAVE MYLIU ( Ta-ve Mee-lyu )

Lojban                  : mi do prami

Luo                     : Aheri



Madrid Lingo            : Me Molas, Tronca

Maiese                  : Wa Wa

Malay                   : Saya cintamu

                        : Saya sayangmu

                        : Sayah Chantikan Awah

                        : Aku Sayang Enkow

Malayalam               : Ngan Ninne Snaehikkunnu

Malaysian               : Saya Cintamu

                        : Saya Sayangmu

                        : Saya Cinta Kamu

Marathi                 : Mi tuzya var prem karato

Mohawk                  : Konoronhkwa



Navaho                  : Ayor Anosh'ni

Ndebele                 : Niyakutanda

Norwegian               : Jeg elsker deg   (Bokmaal)

                        : Eg elskar deg    (Nynorsk)

                        : Ek ann thér      (Old Norse)

                        : Ej elska dej     (Sunnmørsk)

                        : Æ ælske dæ       (Trøndersk)

                        : E' elska de'     (Ålesundsk)



Op                      : Op Lopveop Yopuop

Osetian                 : Aez Dae Warzyn



Pakistani               : Mujhe Tumse Muhabbat Hai

Persian                 : Tora Dost Daram

Pig Latin               : Ie Ovele Ouye

Pilipino                : Mahal Kita

                        : Iniibig Kita

Polish                  : Kocham Cie

                        : Yacha kocham

                        : Kocham Ciebie

Portuguese              : Eu Te Amo

                        : Amo Te

Proto Germanic          : Eka thez ann

Punjabi                 : Main Tainu Pyar Karna



Romanian                : Te Iu Besc

                        : Te Iubesc

                        : Te Ador

Russian                 : Ya Vas Lyublyu

                        : Y'a Liou-bliou Tibya

                        : Ya Vac Loobyoo

                        : Ya Tebya Loobyoo

                        : Ya L'ubl'u T'ebya

                        : Ju Ljublju Tebja!

                        : LJUBLJU TEBJA!

                        : Ya Lyublyu Tebya

                        : Ya Polubeel S'tebya.

                        : Ya Tebya Ljublju

Russian (malincaya)     : Ya Tibieh Lublue.



Scot Gaelic             : Tha Gradh Agam Ort

Serbian                 : ljubim te   (I kiss you/love you,

                                       'lj' pronounced like 'll' in

                                       Spanish, one sound, 'ly'ish)

Serbocroatian           : Volim te

                        : Ljubim te

Shona                   : Ndinokuda

Sign Language           :              __      (signed with right hand)

                        :  __         (  )

                        : (  )        |__|

                        : |__| __  __ |  |

                        : |  |(  )(  )|__|   __

                        : |__||__||__||  |  /  )

                        : |   (__)(__)   | /  /

                        : |              |/  /

                        : |              /  /

                        : \               /

Sioux                   : Techihhila

Sinhalese               : Mama Oyaata Aadareyi

Slovak                  : Lubim Ta

Slovene                 : Ljubim Te

Spanish                 : Te Amo

                        : Te Quiero

Srilankan               : Mama Oyata Arderyi

Swahili                 : Nakupenda

Swedish                 : Jag Aelskar Dig

Swiss-German            : Ch'ha Di Gärn

Syrian/Lebanese         : BHEBBEK (to a female)

                        : BHEBBAK (to a male)



Tagalog                 : Mahal Kita

Tahitian                : Ua Here Vau Ia Oe

Tamil                   : Naan Unnai Kadalikiren

Tcheque                 : MILUJI TE^

Telugu                  : Ninnu Premistunnanu.

Telugu/India            : Nenu Ninnu Premistunnanu

Thai                    : Phom Rak Khun   (formal, male to female)

                        : Ch'an Rak Khun  (formal, female to male)

                        : Khao Raak Thoe  (affectionate, sweet, loving)

Tunisian                : Ha Eh Bak

Turkish                 : Ben Seni Seviyurum

                        : Ben Seni Seviyorum



Ukrainian               : Ya tebe kokhayu

Urdu                    : Main Tumse Muhabbat Karta Hoon



Vietnamese              : Anh Ye^u Em   (male to female)

                        : Em Ye^u Anh   (female to male)

                        : Toi Yeu Em

Vlaams                  : Ik zien oe gijre

                        : Ik hue van ye



Welsh                   : Rwy'n Dy Garu Di

                        : Yr Wyf I Yn Dy Garu Di (chwi)



Yiddish                 : Ikh Hob Dikh Lib

                        : Ich Libe Dich

                        : Ich Han Dich Lib

Yugoslavian             : Ya Te Volim



Zazi                    : Ezhele Hezdege

Zulu                    : Mena Tanda Wena

Zuni                    : Tom Ho' Ichema







Alsacien        -> French Dialect

Assamese        -> language spoken in the state of Assam, India

Batak           -> North Sumatra province of Indonesia

Bengali         -> language spoken in the state of West Bengal, India

Bicol           -> Philipin Dialect

Gujrati         -> language spoken in the state of Gujrat, India

Hindi           -> language spoken in the nothern states of India

Klingon         -> Spoken in Star Trek

Luo             -> Kenya

Malayalam       -> language spoken in the state of Kerala, India

Marathi         -> language spoken in the state of Maharastra, India

Ndebele         -> Zimbabwe

Shona           -> Zimbabwe

Tamil           -> language spoken in the state of Tamil Nadu, India

Vlaams          -> Belgian Dutch

Zazi            -> Kurdic Dialect

SURAT CINTA SEORANG HACKER .

Seandainya hatimu adalah sebuah system, maka aku akan scan kamu untuk mengetahui port mana yang terbuka Sehingga tidak ada keraguan saat aku c:\> nc -l -o -v -e ke hatimu,tapi aku hanya berani ping di belakang anonymouse proxy, inikah rasanya jatuh cinta sehingga membuatku seperti pecundang atau aku memang pecundang sejati whatever!

Seandainya hatimu adalah sebuah system,
ingin rasanya aku manfaatkan vulnerabilitiesmu, pake PHP injection Terus aku ls -la; find / -perm 777 -type d,sehingga aku tau kalo di hatimu ada folder yang bisa ditulisi atau adakah free space buat aku?. apa aku harus pasang backdor "Remote Connect-Back Shell"jadi aku tinggal nunggu koneksi dari kamu saja, biar aku tidak merana seperti ini.

Seandainya hatimu adalah sebuah system,
saat semua request-ku diterima aku akan nogkrong terus di bugtraq untuk mengetahui bug terbarumu maka aku akan patch n pacth terus,aku akan jaga service-mu jangan sampai crash n aku akan menjadi firewallmu aku akan pasang portsentry, dan menyeting error pagemu " The page cannot be found Coz Has Been Owned by Someone get out!" aku janji gak bakalan ada macelinious program atau service yang hidden, karena aku sangat sayang dan mencintaimu.

Seandainya hatimu adalah sebuah system,
jangan ada kata "You dont have permission to access it" untuk aku, kalau ga mau di ping flood Atau DDos Attack jangan ah....! kamu harus menjadi sang bidadari penyelamatku.

Seandainya hatimu adalah sebuah system, ...?

Tapi sayang hatimu bukanlah sebuah system,
kamu adalah sang bidadari impianku, yang telah mengacaukan systemku!
Suatu saat nanti aku akan datang n mengatakan kalau di hatiku sudah terinfeksi virus yang Menghanyutkan, Ga ada anti virus yang dapat menangkalnya selain ...kamu.

Dewa Petir yang GILA

Seorang biksu diperintah oleh raja untuk mendampingi sang pangeran ke hutan untuk berburu rusa.
Selama berburu bidikan panah sang pangeran selalu tidak mengenai sasaran, sang pangeran sangat geram dan tanpa ia sadari ia berkata kasar “bangsat bidikanku meleset!!”
“Husss!” kata si biksu
“Pangeran tidak boleh berkata kasar, apa pangeran tidak takut pada dewa petir yang selalu menghukum orang-orang yang berbicara kasar”.
“Persetan dengan dewa petir, pokoknya hari ini aku harus pulang dengan membawa hasil buruanku”. Jawab sang pangeran sambil membidik seekor rusa buruannya.
Tapi memang hari itu pangeran sedang sial, bidikannya meleset lagi dan tentunya sang pangeran makin marah “bangsat.. bidikanku meleset lagi”.
Sang biksu kembali menasehati sang pangeran, tapi kali ini dengan dibarengi ancaman “kalo sekali lagi pangeran bekata kotor maka saya tidak akan segan memohon pada dewa petir untuk menghukum pangeran” kata biksu yang mulai marah karena nasehatnya ngga digubris oleh sang pangeran.
Mendengar ancaman sang biksu, sang pangeran malah merasa tertantang “bangsat..bangsat…bangsat..bangsat.. Ayo, mana dewa petirmu..mana?”.
Sang biksupun lansung berdoa, meminta dewa petir untuk menghukum sang pangeran yang mulai lancang, dan tiba-tiba langit mendung… angin bertiup sangat kencang….. entah dari mana datangnya tiba-tiba
“DHUUUUAAAAAAARRR…AR….AR….AR” petir menyambar, tapi aneh.. petir itu menyambar sang biksu, padahal ia sama sekali nggak pernah berkata kasar.
Sang pangeran berdiri disamping mayat biksu yang gosong karena tersambar petir, dan bertanya pada dewa petir “wahai dewa petir, aku yang berbicara kasar tapi kenapa biksu ini yang engkau sambar”.
Dewa petir menjawab “Bangsat..bidikanku meleset”.

Burung Kakak Tua Versi English

Burung kaka tua versi english
Bow wrong Card Car Two are
Man Clock They Gent They Law
None next Sudah Two one
g-g Think all Do Are